Blog Apa Aja
Sumber Artikel Gue

Jangan Lupa Mampir Y

Blog Apa Aja

FaceBook n Twitter
Add n Follow Me, Join Group


Facebook :
Join Group In Facebook
Add Me As Friend

Twitter :
Follow Me


Hope U Like This Feature


Dengan Fitur Di Atas, Semoga Sobat Bisa Lebih Dekat dengan Blog Apa Aja

NOT Your Language..? Translate It..!!!

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Duel Argentina vs Jerman, Ajang Bara Dendam Pembuktian Dua Pelatih

Sabtu, 03 Juli 2010


Kekalahan Argentina dari Jerman via adu penalti di Piala Dunia 2006 masih menyisakan dendam di dada pemain Argentina. Mereka bersiap menuntut balas pada laga malam ini di Stadion Cape Town (siaran langsung RCTI pukul 21.00 WIB).
   
Empat tahun lalu, Argentina kalah pada babak perempat final. Pada Piala Dunia 2010, kedua seteru klasik itu kembali bertemu pada fase yang sama. Bentrok kedua tim menjanjikan permainan menarik, intrik, dan juga bara dendam.
   
"Sekarang yang dipikirkan oleh para pemain adalah segera masuk ke  lapangan dan membalas dendam atas kekalahan di Piala Dunia 2006. Saya tidak lagi khawatir akan penalti," tutur Diego Maradona, pelatih Argentina, seperti dikutip AP.
   
Sejatinya, setelah bentrok terakhir di Piala Dunia empat tahun lalu, mereka pernah bersua di laga persahabatan. Hasilnya, Argentina menang tipis 1-0 atas Jerman di Munchen pada 3 Maret lalu. Gonzalo Higuian jadi penentu kemenangan.
   
Namun, kemenangan pada laga persahabatan itu tidak melunturkan dendam yang terpatri. Bagaimana bisa lupa, setelah sepakan penalti dari Esteban Cambiasso ditepis kiper Jens Lehmann, perkelahian antarpemain kedua tim sempat pecah.
   
Sederet pemain yang menjadi penggawa Argentina empat tahun lalu juga masih menjadi bagian dari skuad sekarang, seperti Javier Mascherano, Carlos Tevez, Gabriel Heinze, dan Maxi Rodriguez. Di kubu Jerman, masih ada Bastian Schweinsteiger, Philipp Lahm, dan sederet pemain lain.
   
Sebelum perkelahian di pengujung laga perempat final Piala Dunia 2006, rivalitas Argentina kontra Jerman sudah terjadi. Mereka bahkan dua kali bertemu di final Piala Dunia. Hasilnya, Argentina menang pada Piala Dunia 1986 dan Jerman menang di Piala Dunia 1990.
   
Baik Argentina maupun Jerman adalah dua tim yang selalu menjadi favorit di Piala Dunia. Argentina dua kali merasakan gelar juara Piala Dunia pada 1978 dan 1986, sedangkan Jerman tiga kali juara pada 1954, 1974, dan 1990.
   
Sejak masih bernama Jerman Barat, keduanya telah 18 kali bentrok dan hasilnya delapan kali dimenangkan Argentina, tujuh kali Jerman menang, dan sisanya berakhir imbang. "Mereka lebih kuat dari Meksiko, tapi pemain yang tepat akan mengalahkan mereka," koar Maradona.
   
Boleh saja, Maradona penuh percaya diri. Argentina saat ini juga telah berbeda jauh dibandingkan empat tahun lalu. Ada sosok Lionel Messi yang bisa menghadirkan perbedaan. Bila gagal membendungnya, maka Messi bisa merajelela.
   
Namun, Jerman bukan tim sembarangan. Kendati berstatus underdog pada laga ini, bukan berarti Jerman lebih lemah. Mereka telah membuktikan dengan menghajar Inggris 4-1 pada babak 16 besar. Mereka memiliki spirit yang luar biasa.
   
Lagipula, arsitek Jerman Joachim Loew menyatakan telah memegang kelemahan Argentina. "Saya sudah mempelajari dan mengetahui kelemahan mereka. Tapi, hanya para pemain saya yang akan saya beritahu," ujar Loew, seperti dikutip Goal.
   
Jerman punya sederet pemain yang cepat. Itu bisa menjadi keuntungan ketika berhadapan dengan bek-bek Argentina yang sedikit lamban. Apalagi, bila Walter Samuel belum bisa dimainkan. Itu artinya di jantung pertahanan Argentina akan dihuni Martin Demichelis dan Nicolas Burdisso.
   
Para pemain Jerman tentu mengetahui kelemahan Demichelis yang  agak lamban. Apalagi para pemain Bayern Munchen seperti Thomas Muller, Phillipp Lahm, dan Miroslav Klose. Mereka sama-sama bermain di Bayern dan jadi pemain inti di Jerman. 

Argentina (4-3-3)

Pemain    : 22-Romero (g); 15-Otamendi, 2-Demichelis, 4-Burdisso, 6-Heinze; 20-Rodrzez, 14-Mascherano, 7-Di Mar z  10-Messi, 9-Higuaz  11-Tz
Pelatih    : Diego Maradona

Jerman (4-5-1)
Pemain    : 1-Neuer (g); 16-Lahm, 17-Mertesacker, 3-Friedrich, 20-Boateng; 13-M Ozil  6-Khedira, 8-Öºil, 7-Schweinsteiger, 10-Podolski; 11-Klose
Pelatih    : Joachim Loew

Head to Head

03/03/10  Jerman         v        Argentina                       0-1
30/0 6/06  Jerman        v        Argentina                       1-1 (pen 4-2)
21/06/05  Argentina     v         Jerman                          2-2
09/02/05  Jerman         v         Argentina                      2-2
17/0 4/02  Jerman        v         Argentyina                    0-1

D i Atas Kertas
   
Sejak era Jerman bersatu, sudah enam kali Jerman bentrok dengan Argentina. Hasilnya, Argentina merebut tiga kemenangan, Jerman hanya sekali menang, itupun dari adu penalti, dan dua laga lainnya berakhir seri. 



Baca Selengkapnya...

Khasiat Yang Tersembunyi dari Buah Mahkota Dewa

Setelah mengetahui khasiat tumbuhan satu ini, mungkin Anda segera berminat menanamnya. Dunia tanaman obat kini kedatangan “pendatang baru” yang lumayan hebat. Mahkota dewa namanya.
Ia bisa membuat penderita penyakit ringan macam gatal-gatal, pegal-pegal, atau flu, hingga penyakit berat seperti kanker dan diabetes, merasakan kesembuhan.
Mengetahui khasiat tumbuhan satu ini, mungkin Anda segera berminat menanamnya. Betapa tidak. Tanaman ini ternyata punya khasiat luar biasa. Ia bisa menyembuhkan gangguan kesehatan dari yang ecek-ecek hingga yang nyaris tak ada harapan sembuh. Kalau cuma pegal-pegal, sehari dua hari bakal hilang.
Flu?
Wah, itu tugas yang juga bisa dibereskan dalam sehari dua hari. Diabetes pun bakal takluk dalam beberapa bulan.
Bagaimana dengan kanker?
Meski butuh waktu bulanan, tanaman ini pun sanggup melawannya sampai titik darah penghabisan. Paling tidak itu berdasarkan pengalaman empiris banyak orang, termasuk yang merasa sembuh dari penyakit pada organ hati atau jantung, hipertensi, rematik, serta asam urat.
Untuk mengolahnya jadi obat pun sangat gampang. Cuma dengan menyeduh “teh racik” terbuat dari kulit dan daging buah, cangkang buah, atau daunnya, bahan obat alami ini pun siap dipakai. Kalau enggak menghendaki rasa pahitnya, kita bisa sedikit bersusah payah mengolahnya menjadi ramuan instan. Rasanya ditanggung lebih sedap tanpa mengurangi khasiat.
Itulah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa). Tanaman yang kabarnya berasal dari daratan Papua ini di Jawa Tengah dan Yogyakarta dijuluki makuto dewo, makuto rojo, atau makuto ratu. Orang Banten menyebutnya raja obat, karena khasiatnya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Sementara, orang-orang dari etnik Cina menamainya pau yang artinya obat pusaka.
Dari alergi hingga kanker
Sebagian orang mungkin pernah sekadar melihatnya, sebagian lagi mendengar namanya pun tidak pernah. Wajar bila selama ini sangat sedikit orang tahu mahkota dewa. Apalagi khasiatnya. Bahkan, di banyak lembaga penelitian yang menangani tumbuhan berkhasiat obat belum ditemukan hasil penelitiannya.
Sampai saat ini, setidaknya baru dr. Regina Sumastuti dari Jurusan Farmakologi, Universitas Gadjah Mada yang telah menelitinya. Itu pun masih terbatas pada pengujian terhadap efek antihistamin atau antialergi.
Padahal, kalangan keraton Solo dan Yogyakarta telah lama mengenalnya dan memanfaatkannya sebagai tanaman obat. Beruntung, lama-lama manfaat luar biasa ini bocor ke kalangan awam.
Sekarang, tanaman ini seakan turun dari langit sebagai “dewa penyelamat” orang sakit. Berbagai kesaksian dikemukakan mereka yang telah merasakan khasiatnya. Dalam buku Mahkota Dewa Obat Pusaka Para Dewa karya Ning Harmanto, ketua Kerukunan Wanita Tani Bunga Lily, yang menekuni pengobatan dengan mahkota dewa, ada 26 orang yang mengakui keampuhannya atau ditulis berhasil sembuh dari sakitnya berkat mahkota dewa.
Di antara mereka adalah Tuti Ariestyani Winata, yang setelah menjalani operasi pengangkatan kista di rahim, mengalami kemunduran kondisi tubuh. Badannya kurus, perutnya membuncit seperti sedang hamil tua, jari-jari kakinya menggemuk, tekanan darahnya naik-turun, dan Hb-nya sangat rendah.
Beberapa dokter yang dikunjunginya memberikan diagnosis berbeda. Ada yang mendiagnosisnya menderita kanker hati, sirosis hati, dan ada pula yang menyatakan dia menderita hepatitis kronis. Tak kunjung memperoleh kepastian penyakit yang dideritanya, atas saran Ning, Tuti akhirnya mengonsumsi air rebusan daging buah mahkota dewa. Setelah enam bulan, Tuti merasa sembuh dan kondisi tubuhnya membaik kembali.
Selain Tuti, Diana yang berdomisili di Bekasi menyatakan berhasil sembuh dari penyakit kanker di payudara kanannya setelah menjalani operasi dua kali lagi untuk membersihkan kanker di payudara kirinya.
Anna Winata di Bogor dan Retno di Bekasi juga merasakan sehat kembali dari sakit kanker rahim berkat mahkota dewa. Ny. Parlan di Balikpapan pun berhasil menormalkan kadar gula darahnya berkat tumbuhan obat ini.
Masih banyak lagi contoh keberhasilan yang lain. Sayangnya, yang tidak berhasil tidak pernah terungkap, sehingga tidak bisa diketahui penyakit apa yang tidak mampu dilawan tanaman berbuah merah menyala ini.
Selama ini daun dan buah mahkota dewa dimanfaatkan masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa, sebagai obat penyakit kulit, gatal-gatal, dan eksim. Penyakit tersebut ditandai dengan gejala gatal-gatal, pertanda adanya alergi terhadap agen tertentu yang mendorong sel-sel tubuh mengeluarkan histamin.
Soal kemampuan melawan penyakit kulit ini Sumastuti sudah membuktikannya. Dari penelitian secara in vitro menggunakan usus halus marmot, diketahui, memang benar daun dan buah mahkota dewa mempunyai efek antihistamin. Artinya, tanaman tersebut secara ilmiah bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya sebagai obat gatal-gatal akibat gigitan serangga atau ulat bulu, eksim, dan penyakit lain akibat alergi.
Penelitian lain masih kita tunggu untuk membuktikan khasiat luar biasa seperti yang dirasakan beberapa orang di atas. Namun, cerita dari mulut ke mulut rupanya sudah membuat orang, terutama yang sakit berat dan umumnya hampir putus harapan, percaya. Maka, orang pun mulai beramai-ramai mencari bagian berkhasiat mahkota dewa.
Tak sedikit yang mencoba menanamnya di pekarangan rumah. Bahkan, ada yang melihat “wabah” ini sebagai peluang usaha untuk membudidayakan dan mengolahnya menjadi produk ramuan obat tradisional atau jamu dengan berbagai bentuk.
Dijadikan “teh”
Menanam mahkota dewa memang bukan perkara sulit. Tumbuhan, yang bisa hidup baik pada ketinggian 10 – 1.000 m dpl., ini bisa ditanam dari biji atau hasil cangkokan.
Meski penanamannya bisa di dalam pot atau langsung di tanah, pertumbuhannya akan lebih baik bila ditanam di tanah. Tanaman dari biji biasanya sudah berbuah pada umur 10 – 12 bulan. Yang berasal dari cangkokan, mestinya berbuah lebih cepat.
Buah inilah bagian yang paling banyak digunakan sebagai obat alami, di samping daun dan batang. Dari ketiga bagiannya, yakni kulit dan daging buah, cangkang (batok biji), serta biji, yang dimanfaatkan umumnya kulit dan daging buah serta cangkangnya. Buah muda berwarna hijau dan yang tua berwarna merah cerah.
“Khasiat buah muda dan tua sama saja,” jelas Ning. Sayang, senyawa apa yang terkandung dalam bagian-bagian buah, masih belum terungkap secara detil. Cuma, Hutapea dkk. (1999), seperti dikutip Sumastuti, menyatakan, dalam daun dan kulit buah makuto dewo terkandung senyawa saponin dan flavonoid, yang masing-masing memiliki efek antialergi dan antihistamin.
Ning menulis, dalam keadaan segar, kulit dan daging buah muda mahkota dewa terasa sepet-sepet pahit. Sedangkan yang sudah tua sepet-sepet agak manis. Jika dimakan segar akan menimbulkan bengkak di mulut, sariawan, mabuk, bahkan keracunan. Apa penyebabnya, belum diketahui dengan pasti. Karenanya, tidak dianjurkan untuk mengonsumsinya dalam keadaan segar.
Cangkangnya memiliki rasa sepet-sepet pahit, lebih pahit dari kulit dan daging buah. Bagian ini juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi langsung karena dapat mengakibatkan mabuk, pusing, bahkan pingsan. Namun, setelah diolah, bagian ini lebih mujarab ketimbang kulit dan daging buah. Ia dapat mengobati penyakit berat macam kanker payudara, kanker rahim, sakit paru-paru, dan sirosis hati.
Ada alasan mengapa biji mahkota dewa tidak dikonsumsi. “Bijinya sangat beracun. Kalau mengunyahnya, kita bisa muntah-muntah dan lidah mati rasa,” tambah Ning. Karenanya, bagian ini cuma digunakan sebagai obat luar untuk penyakit kulit.
Sudah tentu untuk menjadikan daging buah atau cangkangnya sebagai obat, perlu pengolahan terlebih dulu. Bisa dijadikan buah kering, teh racik, atau ramuan instan. Namun, yang sering dilakukan adalah dengan menjadikannya teh racik dan ramuan instan.
Bagian lain yang bisa dijadikan obat adalah batang dan daun. Menurut Ning dalam bukunya, batang mahkota dewa secara empiris bisa mengobati kanker tulang. Sedangkan daunnya bisa menyembuhkan lemah syahwat, disentri, alergi, dan tumor. Cara memanfaatkan daun adalah dengan merebus dan meminum airnya.
Jangan kaget. Begitu minum ramuan mahkota dewa, kita segera merasakan serangan kantuk. Efek ini normal. Efek lainnya adalah mabuk. Untuk menghilangkan efek ini dianjurkan untuk minum air lebih banyak. Untuk konsumsi selanjutnya, takaran mahkota dewa perlu dikurangi. Jika masih tetap mabuk, sebaiknya untuk sementara hentikan dulu. Di samping efek buruk tadi ternyata masih ada efek “baik”-nya. “Psst … kadang-kadang kaum pria ada yang libidonya meningkat,” bisik Ning.
Menurut Ning, dalam proses menyembuhkan penyakit dalam atau penyakit serius macam kanker rahim, setelah pasien mengonsumsi seduhan mahkota dewa badannya bisa merasakan panas-dingin, bahkan kadang kala mengeluarkan gumpalan darah berbau busuk. “Ini merupakan proses pembersihan penyakit,” tulis Ning.
Penggunaannya bisa dalam bentuk ramuan tunggal bisa pula ramuan campuran. “Pencampuran dengan tumbuhan obat lain dimaksudkan untuk memperkuat khasiatnya dan menetralisir racun. Juga untuk mengurangi rasa tidak enaknya,” tutur Ning, yang mengaku sering melayani “resep” yang ditulis beberapa dokter.
Upaya penyembuhan menggunakan ramuan mahkota dewa, menurut Ning, tidak bisa cepat membuahkan hasil. Pengobatannya perlu dilakukan beberapa kali. Bahkan untuk penyakit berat yang kronis perlu waktu lama. Yang perlu diperhatikan adalah takaran penggunaannya mesti tidak melebihi yang dianjurkan. Kalau takarannya berlebih, pengaruh yang tidak diinginkan bisa muncul.
Mesti diingat, wanita hamil muda dilarang mengonsumsi mahkota dewa. Seperti dikutip Ning, Sumastuti juga telah membuktikan mahkota dewa mampu berperan seperti oxytosin atau sintosinon yang dapat memacu kerja otot rahim sehingga memperlancar proses persalinan. Ini bisa membahayakan kehamilan yang masih muda.
Yang tak kalah penting, pesan Ning, dalam menggunakan ramuan mahkota dewa kita dianjurkan menyugesti atau menyakinkan diri bahwa ramuan ini manjur, berdoa untuk kesembuhan kita, dan tetap mengunjungi dokter untuk mengetahui perkembangan kesehatan kita. (intisari)
Resep untuk Menjinakkan Kanker
Pada orang dewasa, untuk mengobati kanker (payudara atau rahim) yang tidak terlalu parah atau sekadar upaya pencegahan, cukup gunakan satu sendok makan ramuan instan yang diseduh dengan segelas air minum. Minum sehari dua kali, pagi dan sore hari.
Bila penyakitnya serius, perlu ramuan campuran teh racik mahkota dewa dan kunyit putih instan. Caranya, kita rebus satu sendok teh teh racik mahkota dewa dalam tiga gelas air hingga airnya tinggal setengahnya. Lalu, tambahkan satu sendok teh kunyit putih instan. Ramuan ini diminum tiga kali sehari.
Untuk penyakit yang sangat serius dosis ini dibuat dua kali lipat atau sampai satu sendok makan teh racik mahkota dewa. Pengobatan ini memerlukan waktu 3 – 6 bulan. Setelah pasien merasa sembuh ramuan tetap dikonsumsi dengan takaran dikurangi.
Mengendalikan diabetes
Untuk mencegah atau mengobati penyakit diabetes yang tidak terlalu serius diperlukan 3 – 5 potong teh racik mahkota dewa yang direbus dalam tiga gelas air bersama tiga lembar daun salam. Perebusan dilakukan hingga air tinggal setengahnya. Ramuan ini diminum tiga hari sampai seminggu sekali. Sedangkan untuk mengobati diabetes parah kita merebus dengan cara yang sama: sesendok teh racik mahkota dewa dan tiga lembar daun salam. Ramuan diminum tiga kali sehari.
 
 
 
Baca Selengkapnya...

Anak-Anak Bikin Ngakak [Pic]

Ada Yang Tahu Komik ini?
Spoiler for Mafalda:

Baca Selengkapnya...

13 Tips Agar Komputer/Laptop Tidak Lemot

#1
Untuk mengetahui mengapa komputer bekerja lambat, lemot, berat, maka kita perlu tahu program-program yang menggunakan memori yang besar. Cara mengeceknya dengan ‘Task Manager’.

Ctrl+Alt+Del >> Task Manager >> tab “Process”

Di sini dapat terlihat aplikasi yang memakan memori. Silahkan di-close/end process program-program yang tidak diperlukan.
Baca Selengkapnya...

Hati Hati Boker di Toilet Mall

Kemarin gue pergi ke sebuah Mall… Nongkrong sama temen2…

Entah kenapa tiba-tiba perut terasa mulas. Langsung saja gue masuk ke WC yang saat itu kebetulan sepi.

Belum semenit duduk, saya denger suara bapak-bapak berkata : “Gimana dik? baik-baik aja?” Kedengarannya dari WC sebelah.

Kaget juga, karena gue nggak biasa ngobrol sama orang yang belum dikenal, maka saya jawab aja: “Ya, baik.”

Eh, tau-tau dia nanya lagi : “Sekarang gimana, sudah terasa lega?”

Wah pertanyaan macam apa sih itu? Ada-ada saja. Baru juga nongkrong semenit, jadi gue jawab sekenanya aja… : “Lumayan Pak, untung gak ngantri…”

Dia jawab lagi : “Sama dong… tapi saya ada masalah dikit nih.”

Gue jadi mulai curiga, lalu gantian gue yang tanya : “Masalah apa, pak?”

Dia langsung jawab : “Iniii lho diajenggg… ada orang culun di WC sebelah ikut-ikutan ‘njawab pertanyaan saya, gimana kalo nanti saya telpon lagi? Ya… sampai nanti…”
Baca Selengkapnya...

Luna Maya - Tak Bisa Bersamamu

Ditengah hangatnya perbincangan publik mengenai kasus video Hot yang menerpa Luna Maya. Luna Maya kini malah merilis lagu terbarunya yang berjudul "Tak Bisa Bersamamu" ciptaan Pasha Ungu.


Lirik Lagu nya Luna Maya - Tak Bisa Bersamamu:
Baca Selengkapnya...

10 Gereja Terbesar Di Dunia [+pic]

Jumat, 02 Juli 2010

Berikut ini adalah 10 gereja terbesar di seluruh dunia, dihitung berdasarkan luas tanah nya..

Spoiler for 10:
Sanctuary of Our Lady of Licheń, Poland
Spoiler for gambar:

Gereja ini merupakan gereja terbesar di Polandia, ke 7 di Eropa, dan ke 10 di dunia. Dibangun mulai tahun 1994-2004 (masih baru nih gereja). Panjangnya 120m dan lebar 77m. Gereja ini dibangun untuk menghormati Bunda Maria (Ibunda Yesus). Di gereja ini juga disimpan lukisan berumur 200 tahun yaitu "Our Lady of Sorrows, Queen of Polland"
ini gambarnya
Baca Selengkapnya...

Seluruh Artikel