Blog Apa Aja
Sumber Artikel Gue

Jangan Lupa Mampir Y

Blog Apa Aja

FaceBook n Twitter
Add n Follow Me, Join Group


Facebook :
Join Group In Facebook
Add Me As Friend

Twitter :
Follow Me


Hope U Like This Feature


Dengan Fitur Di Atas, Semoga Sobat Bisa Lebih Dekat dengan Blog Apa Aja

NOT Your Language..? Translate It..!!!

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

NASA Merilis Foto-foto Dari Lokasi Pendaratan Manusia di Bulan

Sabtu, 10 September 2011

Pernahkah manusia mendarat di Bulan? Itu pertanyaan yang bertahun-tahun lamanya muncul dan diperdebatkan oleh mereka yang mempercayai teori konspirasi.

Tapi apakah foto-foto terbaru dari Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) masih akan memberi ide baru bagi para penganut teori konspirasi dan mereka yang suka sekali dengan hoax tentang pendaratan di Bulan?

Pendaratan di Bulan tidak hanya terjadi sekali saja. Setidaknya ada 5 kali pendaratan di Bulan setelah Apollo 11. Misi pendaratan terakhisr adalah Apollo 17 sementara misi Apollo 13 gagal dan perencanaan misi Apollo 18,19 dan 20 dibatalkan.

Foto-Foto dari Bulan
Wahana pengorbit bulan Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) yang diluncurkan pada tahun 2009, bertugas untuk melakukan pemetaan di Bulan.

LRO dalam misinya ini memotret tiga lokasi yang berasal dari pendaratan Apollo 12, 14 dan 17 dari angkasa. Citra yang diambil sangat tajam dan menujukkan jalur perjalanan astronot saat menjelajah permukaan Bulan.
Citra dari lokasi pendaratan Apollo 17 di Bulan yang diambil LRO.
Kredit : NASA's Goddard Space Flight Center/ASU)

Di lokasi pendaratan Apollo 17, jejak yang ditinggalkan rover bulan terlihat sangat jelas. Tampak juga jejak kaki terakhir yang ditinggalkan dari astronot Eugene Cernan dan Harrison Schmitt.

Tak hanya itu, citra yang diambil LRO juga menunjukkan lokasi tempat diletakannya beberapa instrumen ilmiah oleh para astronot yang kemudian menjadi mata bagi manusia untuk melihat dan mengenali interior dan lingkungan Bulan.

Dari citra yang dihasilkan LRO, para peneliti masa kini bisa menelusuri kembali jejak para astronot dengan sangat jelas untuk mengetahui dimana mereka mengambil contoh-contoh dari Bulan.

Dari tiga citra berbeda yang diambil LRO, tampak jejak di tanah tipis saat astronot keluar dari modul pndaratan dan mulai menjelajah dengan berjalan kali.

Pada citra Apollo 17, jejak perjalanan para astronot termasuk di dalamnya jalur terakhir yang dibuat oleh manusia di Bulan bisa dengan mudah dibedakan dari jejak ganda yang ditinggalkan oleh rover Bulan, yang diparkir di area timur pendaratan.

Citra yang dihasilkan LRO, diambil dengan Narrow Angle Camera yang memiliki ketajaman luar biasa untuk memotret permukaan Bulan dari ketinggian rendah.

Pada setiap lokasi, ada jejak menuju ke arah barat pendaratan. Di tempat tersebut, astronot menempatkan Apollo Lunar Surface Experiments Package (ALSEP) yang digunakan untuk memantau interior dan lingkungan Bulan.

Peralatan yang satu ini merupakan bagian penting dalam semua misi Apollo karena ia memberikan pandangan awal dari struktur internal Bulan, mengukur tekanan permukaan Bulan dan komposisi atmosfernya.

Untuk kasus Apollo 11, saat itu ia membawa versi lebih sederhana dari paket sains untuk dibawa ke Bulan. Hal ini mengingat Apollo 11 merupakan awal dari pendaratan di Bulan.
Citra dari lokasi pendaratan Apollo 12 di Bulan.
Kredit : NASA's Goddard Space Flight Center/ASU)

Salah satu detil yang ada pada citra adalah bentuk L dalam foto Apollo 12. Bentuk L tersebut menandai lokasi kabel dari stasiun utama ALSEP ke 2 instrumennya.

Meskipun kabel sangat kecil untuk bisa dilihat langsung namun mereka bisa tampak karena dapat memantulkan cahaya dengan sangat baik.

Untuk foto yang diambil dari lokasi pendaratan Apollo 14,tampak juga jejak yang ditinggalkan oleh Alan Shepard dan Edgar Mitchell saat berjalan di Bulan.

Misi ini juga dikenal karena Alan Shepard saat berjalan di bulan yang ke-2 ia "bermain" golf aka memukul 2 buah bola golf. Selain itu tahap ketika modul Antares turun di Bulan juga tampak dalam foto yang diambil LRO.
Lokasi pendaratan Apollo 14 di Bulan. Tampak lokasi turunnya modul Antares dan jejak perjalanan astronot.
Kredit : NASA's Goddard Space Flight Center/ASU

Manuver LRO
Bagaimana LRO bisa mengambil foto sedemikian jelas? Resolusi tinggi yang dihasilkan juga diperkirakan karena penyesuaian yang dibuat pada orbit LRO yang dibuat sedikit oval atau elips tanpa merubah tinggi rata-rata.

Akibatnya, bagian terendah orbit berada pada sisi yang diterangi Matahari. Pada posisi ini LRO bisa mengambil foto dengan sangat jelas.

Manuver itu membawa LRO turun dari ketinggian standarnya yakni 50 km ke ketinggian 21 km saat ia melintasi permukaan Bulan.

Wahana LRO berada pada orbit ini selama 28 hari sehingga akan cukup untuk menyelesaikan 1 rotasi dan mengambil keseluruhan permukaan Bulan dengan kamera sudut lebar. Siklus tersebut sudah berakhir dan kini LRO kembali ke ketinggian 50 km lagi.

Apa Dampaknya?
Dari kacamata sains, citra yang didapat sangat pernting karena foto-foto ini memberi informasi ciri fotometri Bulan. Salah satunya mengapa tampak gelap?

Inilah yang menjadi pertanyaan untuk dijawab. Alasan lebih praktis, foto-foto ini sekaligus menunjukkan dengan tepat area dimana contoh dari Bulan diambil.

Citra yang lebih tajam juga memberi petunjuk bagi para astronom untuk mengidentifikasi perkakas yang ditinggalkan disana sebelum mereka meninggalkan Bulan.

Dan bagi mereka yang tertarik dengan bendera yang dikibarkan oleh misi Apollo, akan sulit untuk bisa melihat bendera itu "masih ada disana" setelah lewat beberapa dekade.

Lokasi tempat bendera itu ditancapkan jelas masih ada. Namun suhu ekstrim panas dingin dan juga lingkungan yang dihujani sinar ultraungu mungkin tidak akan meninggalkan apapun dari bendera yang terbuat dari nilon tersebut. Kalau pun masih ada mungkin bentuknya sudah compang camping.

( Sumber: http://www.apakabardunia.com/2011/09/foto-foto-dari-lokasi-pendaratan.html )

Baca Selengkapnya...

Video Serangan WTC 9/11 dari Luar Angkasa

Jumat, 09 September 2011

NASA merilis video yang diambil dari luar angkasa selama serangan 11 September (9/11) di World Trade Center New York. Seperti apa?

Pada pagi serangan itu, warga Amerika Frank Culbertson sedang berada di International Space Station (ISS) bersama dua kosmonot Rusia lain. Selama mengorbit Bumi, mereka melintasi New York dan merekam video kepulan asap mendebarkan dari Manhattan itu.

Culbertson yang baru-baru ini diwawancarai untuk memperingati 10 tahun 9/11 ini mangaku masih bisa mengingat reaksi awal pada berita tersebut. Ia mengaku sedang membaca novel Tom Clancy saat itu dan ia merasa seolah tersedot dalam buku itu.

"Seperti yang kami dengar dan digambarkan, kejadian ini menjadi sangat nyata," ujarnya seperti dilaporkan HuffPost. "Saat melihat ke jendela, kami merekam video saat menara kedua runtuh dan saya tak mengerti apa yang sedang terjadi," lanjutnya.

"Namun, saya tahu, kejadian itu sangat menyeramkan karena ada awan puing raksasa menyelimuti Manhattan. Kemudian semuanya menjadi menyakitkan karena seperti melihat luka di satu sisi negaramu," paparnya.

Berikut video tersebut.

( Sumber: http://teknologi.inilah.com/read/detail/1772524/nasa-rilis-video-serangan-911-dari-luar-angkasa )

Baca Selengkapnya...

Michael Hart, Pelopor e-Book Meninggal Dunia

Michael Hart, yang membangun fondasi untuk industri e-book saat ini dengan meluncurkan Project Gutenberg 40 tahun yang lalu, pekan ini telah meninggal dunia di usia 64 tahun.

Seperti yang dikutip dari Cnet, Jumat (9/9/2011), Hart memulai proyek digitalisasi literatur pada tanggal 4 Juli 1971, dengan memindahkan teks US Declaration of Independence ke Xerox Sigman V di Material Research Lab, University of Illinoise. Selanjutnya proyek tersebut diterapkan pada Bill of Rights, karya-karya Shakespeare, dan lain-lain.

Pada bulan Maret, proyek tersebut telah merilis 40 ribu e-book dan mengkombinasikannya dengan 60 ribu sumber lainnya. Hart sendiri pernah menulis di email 'Tahun ini adalah Tahunnya e-Book!'.

"Literatur apapun yang bisa dimasukkan ke dalam komputer," tulis Hart mengenai manifesto Project Gutenberg pada tahun 1992.

"Jika sebuah literatur bisa dimasukkan ke dalam komputer, maka jumlahnya bisa digandakan sebanyak mungkin. Siapaun di seluruh dunia bisa mengaksesnya," tambahnya.

Pada tahun 1992 Hart pernah berkata bahwa sebuah floppy disk berkapasitas 1,44 MB mampu menampung sebuah e-book. Ia pun juga meramal bahwa ke depannya e-book akan hadir dengan tampilan grafik.

Saat ini e-book hadir semakin canggih dengan grafis, suara, animasi, dan fitur interaktif lainnya.

( Sumber: http://techno.okezone.com/read/2011/09/09/325/500689/pelopor-e-book-meninggal-dunia )

Baca Selengkapnya...

Diperkosa, Poppy Bunga Ingin Bunuh Diri!

Kejadian memilukan menimpa Poppy Bunga. Mantan kekasih Mandala Shoji itu mengalami peristiwa pemerkosaan dan penganiayaan hingga membuatnya depresi.

Namun, jangan salah sangka dulu. Pasalnya, itu hanyalah salah cerita dari sinetron terbaru Poppy yang berjudul 'Kupinang Kau dengan Bismilah'. Di sinetron ini Poppy beradu akting dengan Dimas Anggara yang berperan sebagai Amar.

"Iya dia diperkosa sampai akhirnya sampai depresi. Dia sangat mencintai Amar (Dimas Anggara). Dia tidak rela dan ingin bunuh diri," ujar Poppy saat ditemui di Senayan City, Jakarta Pusat, Kamis (8/9/2011).

Menurut Poppy, sinetronnya kali ini merupakan sinetron terberat yang diperankannya. "Kalau dibilang, sinetron terbaruku ini berat, ini sinetron paling berat yang pernah aku mainkan," akunya.

Di sinetron tersebut Poppy memerankan seorang anak dari pemilik pondok pesantren yang dilarang orang tuanya mengejar pendidikan ke luar negeri dan terjadilah konflik.

"Aku sebagai Fitria, anak dari pemilik pesantren. Terjadi konflik, dilarang kuliah ke luar negeri dan enggak dikasih kesempatan pacaran sama Amar. Konfliknya berat," urainya

( Sumber: http://celebrity.okezone.com/read/2011/09/08/33/500503/pernah-diperkosa-poppy-bunga-ingin-bunuh-diri )

Baca Selengkapnya...

Misteri Penampakan UFO Exeter

Pada dini hari 3 September 1965, Norman Muscarello sedang berjalan menuju rumahnya. Saat itu ia melihat obyek terang berdiameter 27 meter mendekatinya dari langit.

Di saat sama, seorang wanita menelepon kantor polisi di Exeter, New Hampshire, Amerika Serikat (AS), melaporkan sebuah pesawat raksasa terang mengikuti mobilnya sejauh 16 km sebelum akhirnya menghilang di gelap malam.

Serangkaian penampakan UFO saat itu mengubah tujuh ribu warga kota. Setelah Muscarello menceritakan ceritanya pada polisi setempat, ia dan polisi Eugene Bertrand menuju tempat UFO muncul. Dalam hitungan menit, keduanya melihat obyek raksasa berwarna kemerahan keluar dari balik pepohonan.

Selama malam itu, beberapa saksi melaporkan melihat obyek misterius dan Angkatan Udara (AU) pun mengatakan, 'tak bisa mengidentifikasi obyek tersebut'. Hampir setengah abad kemudian, tak seorang pun bisa menjelaskan keanehan di malam itu.

Peristiwa ini pun sontak menjadi perhatian banyak media dan subyek buku karya John G. Fuller berjudul 'ncident at Exeter.

"Tak hanya menjadi contoh kejadian pertama, kejadian ini mengilustrasikan kelalaian proyek UFO AU Blue Book dan merupakan kapitulasi bagian dari Pentagon yang beberapa kemudian dijadikan 'tak dikenali'," tulis astronom J. Allen Hynek di buku buatannya pada 1977 berjudulThe Hynek UFO Report.

Astronom terdahulu yang melayani sebagai konsultan ilmiah proyek Blue Book melakukan studi pada UFO di 1952-1969. Kini, untuk memperingati peristiwa UFO 3 September itu seperti dilaporkan HuffPost, Exeter selalu mengadakan festival seputar UFO dan alien.

( Sumber: http://teknologi.inilah.com/read/detail/1772537/misteri-penampakan-ufo-exeter )

Baca Selengkapnya...

Anang-Ashanty Jenguk KD

Anang Hermansyah secara khusus mengajak kekasihnya Ashanty, petang kemarin menjenguk matan istrinya Krisdayanti yang baru saja melahirkan Ariannha Amora Lemos.

Namun dengan alasan mengalami flu berat, Anang memilih tidak naik ke kamar persalinan tempat KD menjalani pemulihan pasca menjalani operasi caesar.

"Mas Anang lagi flu berat jadi enggak bisa ikut. Tapi dia titip salam sama kasih kado," tutur Ashanty yang ditemui di lobi Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (8/9/2011).

Anang sendiri dituturkan Ashanty bela-belain buru-buru pulang ke Jakarta, hanya untuk bisa memberikan ucapan selamat dan kado kepada adik kandung Yuni Shara itu.

"Ini pulang cepat dari Bangka, karena Mas Anang takut enggak sempat jenguk di rumah sakit," ucapnya.

Saat menjenguk, Ashanty tidak datang sendiri, melainkan ditemani Aurell dan Azriel. Dan mengaku disambut hangat KD dan Raul Lemos, yang welcome kepadanya.

"Mbak Yanti seneng banget aku datang, katanya enggak usah repot-repot. Dan suasananya mencair banget," ungkapnya.

Ashanty sendiri mengaku tidak canggung saat menjenguk KD ayang merupakan mantan istri dari kekasihnya. Dengan menganggap hubungan KD dengan Anang adalah bagian dari masa lalu.

"Itu kan sudah lama berlalu, jadi yah biasa aja sudah tidak canggung lagi seperti dulu," tandasnya.

( Sumber: http://celebrity.okezone.com/read/2011/09/09/33/500593/anang-ashanty-jenguk-kd )

Baca Selengkapnya...

Fakta Dibalik Tragedi WTC 11 September

Tak terasa sepuluh tahun berlalu sejak 19 teroris Al-Qaeda membajak empat pesawat penumpang komersial Amerika Serikat (AS) dan menabrakkan mereka ke Menara Kembar World Trade Center (WTC) dan Pentagon. (Pesawat keempat, yang seharusnya diarahkan ke Gedung Parlemen AS atau Gedung Putih, jatuh di sebuah ladang kawasan pedesaan di Pennsylvania dan menewaskan seluruh penumpang di dalamnya).
Diperkirakan 3000 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka dalam peristiwa yang jadi berita terbesar di zaman modern itu. Di balik semua kisah tragis dan menyeramkan, terdapat fakta-fakta mengejutkan yang mungkin belum Anda ketahui.

Dua puluh orang selamat dari balik puing bangunan
Penelitian terhadap para korban selamat WTC menyebutkan, 20 orang berhasil dikeluarkan hidup-hidup dari bawah puing bangunan. Di antara yang selamat itu adalah John McLoughlin dan William Jimeno, dua orang polisi pelabuhan. Mereka diselamatkan setelah terkubur di balik puing selama 13-21 jam. Mereka menjadi karakter dalam film tahun 2006 karya Oliver Stone "World Trade Center".

Pasquale Buzzelli, seorang insinyur dari pengelola pelabuhan, dan Genelle Guzman, seorang sekretaris, sedang berada di lantai 64 Menara Utara saat gedung tersebut ditabrak pesawat. Buzzelli pingsan selama tiga jam, dan terbangun di atas tumpukan puing, menghadap ke langit. Kakinya patah, banyak luka dan gegar otak saat diselamatkan oleh regu penyelamat. Guzman yang berada di dalam puing baru dapat diselamatkan 27 jam setelah menara runtuh. Kakinya luka parah tertindih reruntuhan namun kembali pulih empat bulan kemudian.

Jumlah korban tewas terbesar kedua berkewarganegaraan Inggris
Bukan hanya orang Amerika yang menjadi korban dalam serangan ke WTC dan Pentagon. Lebih dari 80 negara yang kehilangan setidaknya satu warganya pada hari naas tersebut, termasuk Jepang, Irlandia, Inggris, Australia, Selandia Baru, Swiss, India, Meksiko, Brasil, Afrika Selatan dan Kanada. Di antara 372 warga asing yang tewas, 67 diantaranya berkewarganegaraan Inggris.

Ron DiFrancesco berhasil melarikan diri dari dalam Menara Selatan WTC saat runtuh
DiFrancesco (37), warga Kanada, berhasil keluar dari dalam Menara Selatan WTC saat pesawat kedua menghantam di antara lantai 77 dan 85. Setelah susah payah turun hingga lantai dasar, DiFrancesco berhasil meninggalkan gedung yang kemudian luluh lantak tersebut.

Akibat terkena jilatan api, DiFrancesco terbangun di rumah sakit dengan luka bakar di sekujur tubuh dan patah tulang belakang. Dia merupakan salah satu dari hanya empat orang yang berhasil melarikan diri hidup-hidup dari Menara Selatan.

Kobaran api bertahan selama 99 hari
Butuh 99 hari untuk menangani kobaran api di Ground Zero sampai padam total. Pada 11 September pukul 8.46 pagi waktu setempat, hantaman pesawat pertama ke Menara Utara mulai menyulut api. Kobaran api baru benar-benar padam pada 19 Desember 2001.

Terdapat gedung ketiga yang juga runtuh
WTC Menara 7, sebuah gedung 47 lantai dan salah satu gedung terbesar di pusat Manhattan, menjadi gedung ketiga yang runtuh. Tidak ada media yang memberitakannya karena gedung tersebut runtuh akibat efek domino dari runtuhnya Menara Kembar. Bukan runtuh karena ditabrak pesawat.

Dalam laporan Komisi 9/11 menyatakan: "Gedung pencakar langit ketiga yang runtuh pada 11 September diberitakan hanya seperti catatan kaki yang sepele… karena memang hampir tidak ada orang melihat runtuhnya Menara 7… Berita tentang runtuhnya Menara 7 tidak dapat ditemukan dalam surat kabar, majalah, atau pun media elektronik setelah 11 September."

Sebuah pesan berkode dikirimkan secara online
Abu Abdul Rahman, salah satu orang yang bersekongkol di balik peristiwa 11 September, mengirimkan sebuah surat cinta yang mengandung sandi melalui Internet kepada "kekasihnya" seminggu sebelum serangan. Ternyata ia adalah rekan dari salah satu orang yang bertanggung jawab: Ramzi Binalshibh.

Pesan itu berbunyi: "Semester pertama dimulai dalam tiga minggu. Dua SMA (Menara Kembar) dan dua universitas (target-target di Washington DC) … Musim panas ini dipastikan akan panas … 19 (jumlah pembajak pesawat) sertifikat untuk empat lembaga pendidikan swasta dan empat ujian (jumlah pesawat yang digunakan). Salam untuk profesor. Selamat tinggal."

CNN melaporkan bahwa tiga minggu sebelum 11 September 2001, empat regu ditugaskan di target-target serangan, dengan tiga diantaranya diberi kode sandi. Gedung Parlemen AS disebut "Fakultas Hukum", Pentagon menjadi "Fakultas Seni Rupa", dan Menara Utara dari WTC diberi kode sandi "Fakultas Tata Kota".

Sebuah perusahaan kehilangan dua pertiga karyawannya
Perusahaan pelayanan keuangan global Cantor Fitzgerald bisa jadi merupakan badan usaha yang mendapat efek terburuk akibat serangan 9/11. Kantor pusat perusahaan tersebut yang terletak di lantai 101 sampai 105 di salah satu Menara WTC kehilangan 658 dari 960 orang karyawannya, atau dua pertiga total karyawannya.

Setelah tragedi terjadi, Direktur Utama Howard Lutnick menghubungi koleganya dan mengatakan: "Kami bisa saja menutup perusahaan dan datang ke upacara pemakaman rekan-rekan kami, atau kami bekerja lebih keras untuk membantu para keluarga yang ditinggalkan." Dan itulah yang mereka lakukan. Sepuluh tahun kemudian, Cantor Fitzgerald menyerahkan lebih dari $ 180 juta kepada para keluarga karyawan yang tewas.

Baja reruntuhan WTC laku dijual
Akan diapakan tumpukan sisa baja sebanyak 185.101 ton di Ground Zero? Pihak berwenang AS mendaur ulangnya. Masyarakat sempat marah karena pihak berwenang menyingkirkan baja-baja itu sebelum benar-benar selesai diperiksa sebagai barang bukti. Walikota Bloomberg menanggapinya dengan mengatakan: "Jika Anda berminat untuk melihat metode dan desain konstruksnya, komputer saat ini dapat melakukannya. Melihat tumpukan rongsokan besi tidak akan memberikan Anda informasi apapun."

Berdasarkan situs "9/11 Research", baja-baja terbesar telah dikirim ke Cina dan India. Perusahaan Cina Baosteel membeli 50.000 ton dengan harga $ 120 per ton. Baja yang tersisa digunakan sebagai bahan material tugu peringatan yang disebar di seluruh 50 negara bagian.

Satu mesin pesawat "selamat" dari kecelakaan
Untuk menyelidiki serangan, para insinyur secara sukarela menginvestigasi struktur bangunan WTC. Menurut Agen Penanggulangan Bencana Federal (FEMA), sebuah mesin salah satu pesawat yang menabrak Menara Kembar secara mengejutkan tidak mengalami kerusakan akibat hantaman, ledakan serta runtuhnya menara.

( Sumber: http://id.berita.yahoo.com/fakta-di-balik-11-september.html )

Baca Selengkapnya...

Seluruh Artikel